Polisi RW Polres Pasuruan Kota Dampingi Deteksi Dini Faktor Resiko PTM Warga Usia Produktif

KOTA PASURUAN – Aiptu Murjianto Polisi RW di RW 8 Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berkolaborasi dengan tenaga medis setempat, melaksanakan kegiatan pendampingan pemeriksaan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (PTM).

Deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular telah menjadi fokus perhatian masyarakat dan pemerintah dalam upaya mencegah dan mengurangi angka kejadian penyakit yang berhubungan dengan pola hidup tidak sehat, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Aiptu Murjianto menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Polisi RW di bawah kepemimpinan Bapak Budi Hartoyo selaku ketua RW bersama dengan tim kesehatan dari Puskesmas setempat.

“Kegiatan pendampingan pemeriksaan deteksi dini PTM ini dilaksanakan di wilayah RT 2 RW 8 Kelurahan Gentong dan dibuka untuk seluruh warga usia produktif (usia 15 tahun hingga 59 tahun) di lingkungan tersebut.” terang Murjianto.

Tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini memberikan pengarahan dan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini serta memberikan informasi tentang pola hidup sehat.

Selain itu, pendampingan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan upaya pencegahan penyakit tidak menular melalui edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal.

Budi Hartoyo menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga.

“Deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular sangat penting agar penyakit tersebut dapat diatasi sejak dini dan mencegah dampak yang lebih parah di kemudian hari.” lanjut Budi.

Para peserta yang berpartisipasi merasa senang dan berterima kasih atas inisiatif yang diambil oleh Polisi RW dan pihak Puskesmas.

Mereka menganggap kegiatan ini sebagai langkah awal yang baik untuk mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *