BATU, MALANG – Komitmen terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat terus digalakkan di wilayah perdesaan.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kebun pangan B2SA (Berdiversifikasi, Bergizi Seimbang, dan Aman) serta pelatihan pengolahan pangan lokal yang digelar di Balai Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan warga, perangkat desa, dan kelompok tani ini turut mengundang perhatian aparat kepolisian, sebagai bentuk sinergi TNI-Polri dengan pemerintah daerah dalam membangun kemandirian masyarakat.
Kehadiran Aipda Ainul Heri, Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Desa Bendosari Polsek Pujon, menjadi bukti nyata pendekatan polisi yang proaktif dan bersahabat di tengah komunitas.
Sosialisasi kebun B2SA menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah atau lahan terbatas untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan bergizi, seperti sayuran, buah, rempah, dan sumber protein nabati.
Konsep ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga mengurangi pengeluaran rumah tangga dan menciptakan lingkungan yang asri.
Sementara itu, pelatihan olahan pangan lokal difokuskan pada pemanfaatan hasil kebun dan produk lokal Desa Bendosari dan sekitarnya.
Peserta diajarkan untuk mengolah bahan-bahan seperti ubi, pisang, jagung, dan sayuran menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti keripik, dodol, mie berbahan lokal, dan aneka kue.
Hal ini diharapkan dapat membuka peluang usaha mikro dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Ainul Heri menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menekankan bahwa ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat adalah pondasi utama dalam menciptakan kondisi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) yang stabil.
“Kegiatan seperti ini sangat strategis dan konkret. Dengan berkebun B2SA, setiap keluarga bisa lebih mandiri memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, yang berarti juga mengurangi beban ekonomi. Pelatihan olahan pangan ini lebih lanjut memberi nilai tambah, bisa menjadi sumber penghasilan. Kami dari Polsek Pujon, khususnya Bhabinkamtibmas, sangat mendukung. Masyarakat yang sejahtera, terpenuhi kebutuhan dasarnya, adalah modal terbesar untuk menciptakan desa yang aman, tertib, dan damai. Sinergi seperti ini harus terus kita jaga dan intensifkan,” ujar Aipda Ainul Heri.
Kepala Desa Bendosari dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangun kemandirian pangan desa.
Ia berharap ilmu yang didapat peserta dapat diterapkan dan disebarluaskan ke tetangga dan lingkungan sekitar.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam forum non-hukum seperti ini mendapatkan sambutan positif dari warga.
Hal ini dinilai mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, mengubah persepsi dari sekadar penegak hukum menjadi mitra dalam pembangunan dan pemberdayaan.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kali pertemuan, namun akan ada pendampingan berkelanjutan dan evaluasi untuk melihat perkembangan implementasi kebun B2SA serta usaha olahan pangan yang dihasilkan oleh warga Desa Bendosari ke depannya.(*)