BATU, MALANG – Upaya mendukung Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Pujon.
Salah satunya melalui kegiatan sambang yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pandesari Polsek Pujon, Aiptu Sugiyanto, kepada petani yang menerapkan sistem pertanian tumpangsari cabai dan sawi di Dusun Jurang Rejo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jum’at (26/06/2026).
Kegiatan sambang tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Aiptu Sugiyanto turun langsung ke lahan pertanian untuk melihat kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan petani mengenai perkembangan usaha tani yang sedang dijalankan.
Selain meninjau lahan pertanian, Aiptu Sugiyanto juga menyempatkan diri mendengarkan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.
Mulai dari kendala perawatan tanaman, kebutuhan sarana produksi pertanian, kondisi cuaca, hingga potensi gangguan yang dapat memengaruhi hasil panen menjadi topik yang dibahas dalam dialog tersebut.
Menurutnya, sistem tumpangsari yang mengombinasikan tanaman cabai dan sawi merupakan salah satu metode pertanian yang efektif dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Pola tanam ini juga dapat membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih beragam dan berkelanjutan.
“Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi para petani, mendengar berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam mengelola lahan pertaniannya,” ujar Aiptu Sugiyanto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab petani semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat secara luas.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Sugiyanto juga mengajak warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar aktivitas pertanian dapat berjalan dengan lancar.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan Bhabinkamtibmas guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Desa Pandesari.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila terdapat permasalahan di lingkungan maupun kendala yang membutuhkan pendampingan. Sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung kesejahteraan warga,” tambahnya.
Selain memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani, Aiptu Sugiyanto juga mengingatkan masyarakat mengenai layanan kepolisian yang dapat diakses selama 24 jam.
Warga diimbau untuk segera menghubungi Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan, pelayanan, atau ingin melaporkan suatu kejadian yang memerlukan kehadiran petugas kepolisian.
“Apabila masyarakat memerlukan pelayanan kepolisian atau menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat, silakan menghubungi Call Center 110. Layanan ini tersedia selama 24 jam untuk memberikan respons dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian mendapat apresiasi dari para petani karena dinilai memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap sektor pertanian.
Selain mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyerap informasi serta mencari solusi bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi petani.
Melalui kegiatan sambang dan dialogis yang rutin dilakukan, Polsek Pujon berharap terjalin hubungan yang semakin erat dengan masyarakat serta terciptanya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, program P2L diharapkan mampu meningkatkan produktifitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Pujon.(*)